Ameer Hamzah

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari

Ameer Hamzah selain sebagai penyair juga dikenal sebagai seorang politikus dan wartawan. Dia dilahirkan di Buloh Blang Ara, Aceh Utara, 25 Oktober 1960. Menulis puisi sejak MTSN dan baru dipublikasikan di media massa setelah tercatat sebagai mahasiswa. Kehidupan intelektual di kampus makin mengasah bakat kesusastraannya, sehingga dia percaya sebagai pengasuh ruang Sastra Budaya di koran kampus Ar-Raniry Pos tahun 1985—1988. Setelah itu, pada tahun 1990 oleh Kanwil Depag Propinsi Aceh dipercaya mengasuh rublik Medeuen Sastra Majalah Santun. Sekarang tercatat sebagai seorang Redaktur Serambi Indonesia membidangi sastra Aceh. Karya puisinya yang pertama terbit dalam antologi "Tangan-Tangan Bicara" (1987). Ameer juga mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan dengan menjadi staf pengajar di Fakultas Adab IAIN Ar-Raniry. Sebagai seorang penyair dia tidak bisa lepas dari pengaruh kesusastraan lama yang berupa hikayat. Beberapa hikayat telah dihasilkannya antara lain; "Tragedi Mina" (1990), "Perang Teluk I dan II" (1991), "Ummul Qur’an"(1992), "Siti Keumala" (1992), dan Ameer juga tercatat sebagai salah seorang penyair Aceh dalam L.K. Ara dkk (ed.) Seulawah: Antologi Sastra Aceh Sekilas Pintas (1995). Kepiawaian Ameer sebagai seorang sastrawan telah diakui secara nasional. Nama Ameer Hamzah tercatat dalam Buku Pintar Sastra Indonesia (2001).

Karya Sastra

Seandainya Mampu Kugores Langit

Seandainya mampu kugores langit

akan kucoret tinta darah merah

di rentang khattulistiwa

Kutulis kalimat protes

tentang penindasan dan pembantaian di bumi Aceh

Agar semua bangsa di dunia membacanya

Lalu turut belasungkawa

Jika perlu semua korban yang hilang

ku pasang fotonya di awan

agar malaikat melapor pada Tuhan

bahwa diujung Sumatera

ada ladang pembantaian

Seandainya mampun kutungging air laut

akan kugantikan dengan air mata janda

dan anak yatim yang malang

Agar ikan-ikan tahu

ada yang tidak beres di daratan

Seandainya mampu kugali lubang kuburan

Tulang-belulang itu

Kuharap bisa menjadi saksi kekejaman

Tangan-tangan biadab tanpa iman

Banda Aceh, 2 Syawal 1419 H

Sumber

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan