Arief Rahman
Dari AcehPedia
Awal kepengarangannya ditandai oleh hasil karyanya yang berupa sajak. Bakat menulisnya timbul ketika masih aktif di Sanggar Kesenian Kusuma Bangsa sekitar tahun 1981 sampai dengan 1984 yang dikelola KP4BS Sabang, diseksi Drama dan Puisi. Dia dilahirkan di Medan, Sumatra Utara, 8 Juni 1968. Aktifitas seninya pernah berhanti tolal ketika pulang ke Medan pertengahan tahun 1984. Sejak saat itu nama suami Samsidar, dara kelahiran Sigli 1971 ini jarang terdengar, walaupun sesekali masih sering menulis puisi. Sampai sekarang belum punya satupun antologi puisi secara tunggal. Beberapa puisinya pernah dimuat di beberapa media, baik di Medan maupun di Aceh. Bekerja sebagai wartawan di Surat Kabar Aceh Expres, Banda Aceh dan Tabloid Mingguan Hikmah, Pikiran Rakyat, Bandung. Ia bermaustin di Banda Aceh. Sajaknya Ketika Damai Tak Lagi Ada dimuat dalam antologi bersama penyair Aceh lainnya dalam Antologi Puisi Keranda-Keranda (DKB, 1999).
Karya Sastra
Ketika Damai Tak Lagi Ada
Ketika makna merdeka terputus di tanah ini,
maka, damai itu tak ada lagi
wanita-wanita paro baya
bocah-bocah lucu dan lugu
harus rela kehilangan suami dan ayah
harus rela disebut janda dan yatim
Ketika makna merdeka terputus di tanah ini,
maka, damai itu tidak ada lagi
ibu-ibu tua sesunggukan
dara-dara jelita ketakutan
kehilangan anak-anak tercinta
kehilangan mahkota kebanggaan
Ketika makna merdeka terputus di tanah ini,
maka, damai itu tidak ada lagi
ribuan jiwa terusir dari buminya
ribuan nyawa terbang dari raganya
berbondong-bondong menjadi pengungsi
atau tidur karena peluru
Ketika makna merdeka terputus di tanah ini,
maka, damai itu tak ada lagi
sekolah dan angkutan dibakar
rumah-rumah dijarah
hingga bocah-bocah tak lagi sekolah
diam dalam ketakutan mencekam
Ketika makna merdeka terputus di tanah ini,
maka, damai itu tak ada lagi
yang hadir kecurigaan
yang hadir saling menyalahkan
siapa kawan siapa lawan
tak ada berbatasan.
Banda Aceh, Agustus 1999
