Ayah Gani Usman

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari

Abdul Gani Usman, populer dengan panggilan Ayah Gani berasal dari kecamatan Seulimeum, dan salah satu dari sedikit tokoh pergerakan Aceh yang mengenyam pendidikan MULO, sekolah umum bikinan Belanda era kolonial, setingkat SMP. Sebagian besar hidupnya kemudian didedikasikan dalam memajukan dunia pendidikan di Aceh sebagai guru, mulai dari Sekolah Islam Moderen "Normal Islam" di Bireuen tahun 1940-an, Taman Siswa, dan terakhir turut mendidikan Yayasan Pendidikan Islam yang melahirkan dua komplek perguruan Islam di Banda Aceh, yaitu Sekolah Rakyat Islam (SRI) dan Pendidikan Guru Agama (PGA) di Jl. Syiah Kuala, Jambo Tape yang sekarang berubah menjadi sebuah dayah yaitu Dayah Modern Darul Ulum. Dan yang terakhir Yayasan Pendidikan Moderen Teungku Chik Pante Kulu di Darussalam.

Dalam dunia politik Ayah Gani, pernah terlibat dalam gerakan DI/TII Daud Beureu'eh, bersama Hasan Saleh dan Husein Al Mujahid. Pada saat rekonsiliasi DI/TII hasil Ikrar Lamteh, dia menjadi Ketua Dewan Revolusi (lembaga politik DI/TII) dan Ayah Gani mewakili rakyat Aceh mengadakan perundingan dengan pemerintah pusat yang diwakili Wakil Perdana Menteri II Mr. Hardi yang kemudian berhasil mengembalikan daerah Aceh menjadi Provinsi Daerah Istimewa Aceh. Atas jasa-jasanya tersebut pemerintah Provinsi Aceh memberi penghargaan sebagai salah satu tokoh pendidikan Aceh. Dan namanya diabadikan menjadi nama salah satu jalan di Lampriek Bandar Baru, yakni Jl. Ayah Gani.

Ketika menjelang kemenangan Jepang di Asia Tenggara di Indonesia pada tahun 1940, Ayah Gani bersama beberapa kawan seperjuangan berniat berangkat ke Semenanjung Malaya meminta bantuan Jepang mengusir Belanda dari daerah Aceh.

Sumber

  • Wawancara dengan S. Gani
Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan