Cabang-cabang Ilmu Hidrologi

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari

Dalam perkembangannya setiap ilmu biasanya juga mengalami perkembangan dan kemajuan yang pesat, seiring dengan hal tersebut maka banyak pula berbagai macam ilmu pengetahuan bermunculan cabang-cabang ilmu yang baru dimana satu sama lain masih memiliki mata rantai kesatuan dari ilmu induknya. Hal tersebut juga terjadi pada ilmu Hidrologi damana kemajuan yang pesat terhadap ilmu ini, telah memunculkan berbagai macam cabang ilmu dari hidrologi itu sendiri, seperti; hidrometeorologi, hidrologi air permukaan, hidrogeologi, manajemen limbah dan kualitas air, dimana air memiliki peranan penting.

Daftar isi

Hidrometeorologi

Hidrologi air hujan (hidrometeorologi) adalah semua aspek pengelolaan yang berkaitan dengan air hujan yang terdapat di atmosfer dan interaksinya dengan air permukaan. Aspek air atmosfer (hidrometeorologi), yang meliputi akurasi perhitungan curah hujan, pemilihan lokasi-lokasi stasiun klimatologi dan desain basis data yang baik, serta studi perubahan iklim baik global, regional maupun mikro

Hidrologi Air Permukaan

Hidrologi air permukaan (hidrologi) adalah semua aspek pengelolaan yang berkaitan dengan air yang terdapat pada dan/atau mengalir dipermukaan tanah dan interaksinya dengan air hujan dan air tanah. Air Pemukaan - Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS).

Hidrogeologi

Hidrogeologi (‘hidro’ berarti air, dan ‘geologi’ berarti ilmu mengenai batuan) merupakan bagian dari hidrologi yang mempelajari penyebaran dan pergerakan air tanah, air dalam tanah dan air batuan di kerak Bumi (umumnya dalam akuifer). Istilah ‘Geohidrologi’ sering digunakan secara bertukaran. Beberapa kalangan membuat sedikit perbedaan antara seorang ahli hidrogeologi atau ahli rekayasa yang mengabdikan dirinya dalam geologi (geohidrologi), dan ahli geologi yang mengabdikan dirinya pada hidrologi (hidrogeologi).

Manajemen Limbah

Dewasa ini pencemaran lingkunan mark terjadi diberbagai tempat, pencemaran lingkungan tersebut terutama berasal dari pembuangan akibat suatu proses produksi baik skala besar maupun kecil yang terjadi di sekitar kita. Maraknya pencemaran lingkungan yang dihasilkan dari limbah membuat pemerintah untuk segera bertindak dalam menangani permasalahan limbah tersebut. Penanganan limbah secara tepat akan berdampak pada berkurangnya tingkat pencemaran, untuk itulah dibutuhkan adanya manajemen limbah yang di kelola dan jalankan secara professional dan tepat sasaran. Penanganan limbah secara sistematis akan memberikan kontribusi positif terhadap pencemaran lingkungan, terutama pencemaran air. Sebagaimana sering dilihat bahwa limbah hasil dari suatu produksi sering di buang langsung ke permukaan tanah maupun pada daerah sumber-sumber air seperti, sungai atau kali, maupun daerah yang terdapat resapan air yang tinggi. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampai), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Kualitas Air

Pengelolaan kualitas air dilakukan untuk menjamin kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukannya agar tetap dalam kondisi alamiahnya.

Pengendalian pencemaran air dilakukan untuk menjamin kualitas air agar sesuai dengan baku mutu air melalui upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran air serta pemulihan kualitas air.

Upaya pengelolaan kualitas air sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan pada :

  1. Sumber air yang terdapat di dalam hutan lindung;
  2. mata air yang terdapat di luar hutan lindung; dan
  3. akuifer air tanah dalam.

Klasifikasi mutu air ditetapkan menjadi 4 (empat) kelas :

  1. Kelas satu, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukan lain yang memper-syaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut;
  2. Kelas dua, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut;
  3. Kelas tiga, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut;
  4. Kelas empat, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan
Share Tools