Kisah Siwah

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari

Uek keubeu uek

keubeu matee lam seunamuek

Pakoen matee ikah hai keubeue

Hana soe rabee iloen hai po

Pakeun han karabee ikahi hai aneuk miet ?

saket pruet iloen hai po

Pakon saket ikah hai pruet ?

Bu meuntah iloen hai po

Pakeun meuntah ikah hai bu ?

Kaye basah i loen hai po

Pakoen basah ikah hai kaye ?

Ujeun rhah ilon hai po

Pakoen ka toh ikah hai ujeun ?

Cangguek lakee, ilon hai po

Pakoen kalakee ikah hai cangguek ?

Uleue coh iloen hai po

Pakoen ka coh ikah hai uleue ?

Manoek bathuk ilon hai po

Pakeun ka bathuek ikah hai manoek ?

Kleueung tak ilon hai po

Pakon ka tak ikah hai kleueng ?

Siwah tak ilon hai po

Pakon ka tak ikah hai siwah ?

Galak-galak kutak sigoe.


"Uek" kerbau menguak

Kerbau mati di pengembalaan

Mengapa mati engkau wahai kerbau ?

tak ada yang mengembala daku hai tuan

Mengapa tidak kau gembala wahai sang anak ?

Sakit perut daku hai tuan

Mengapa sakit wahai perut ?

Nasi mentah daku hai tuan

Mengaoa mentah kau wahai nasi ?

Kayu basah daku wahai tuan

Mengapa basah kau wahai kayu ?

Diguyur hujan daku hai tuan.

Mengapa turun engkau hai hujan ?

Katak yang minta wahai tuan.

Mengapa kau minta wahai katak ?

Ular patuk daku hai tuan

Mengapa kau patuk wahai ular ?

Ayam patuk daku hai tuan

Mengapa kau patuk wahai ayam ?

Elang yang sambar daku hai tuan

Mengapa kau sambar wahai elang ?

Siwah yang tetak daku hai tuan

Mengapa engkau tetak wahai siwah ?

Suka-suka aku, kutetak sekali.


Ulasan

Dalam suatu tatanan hidup, banyak komponen masuatakat yang mengemban tugas masing-masing. Lebih-lebih dalam suatu organisasi, masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab menurut bidangnya. Namun, kalau terdapat suatu kegagalan dalam suatu misi, masing-masing komponen melepas diri dari tanggung jawab. Ada yang memberi alasan yang masuk akal, dan ada pula yang tidak. Bahkan ada yang arogan, sok kuasa. Inilah yang dilakoni oleh burung siwah.

Siwah adalah sejenis burung yang suka memangsa anak ayam, sama kelakukannya dengan burung elang. Tetapi ia mampu mengalahkan elang dengan sambaran-sambarannya. Karena itu ia dapat bertindak sesuka hatinya. Ini terbukti dari perkataannya bila di tanya mengapa ia menyambar anak ayam. Ia hanya menjawab sekenanya saja: suka-suka aku, aku sambar sekali. Inilah arogansi atau sewenang-wenang "penguasa" atas makhluk lainnya.

Dibalik itu, dari cerita di atas, pihak-pihak yang di beri tanggung jawab untuk mengembala kerbau, mulai dari sang anak, perut, nasi kayu, hujan, kodok, ular dan ayam juga memberi alasan sekenanya saja. Tanggung jawab atas suatu kegagalan hanya di limpahkan kepada "penguasa" yaitu siwah.

Keadaan ini banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari yang harus dicermati dan ditanggulangi.

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan