Sifat alamiah tsunami
Dari AcehPedia
Tsunami adalah serangkaian gelombang tinggi yang disebabkan oleh perpindahan sejumlah besar air laut secara tiba-tiba. Tsunami disebabkan oleh gempa bawah laut, meletusnya gunung berapi di bawah laut, tanah longsor atau perpindahan tanah di bawah air, jatuhnya meteor, maupun tanah pesisir yang longsor ke dalam laut.
Kebanyakan tsunami terjadi di "Lingkaran Api" Pasifik, yang merupakan tempat aktivitas terkait dengan gempa bumi yang paling sering terjadi. Tsunami biasanya diklasifikasikan menjadi tsunami lokal atau tsunami jauh. Tsunami lokal biasanya terjadi dalam waktu yang kurang untuk memberi peringatan, dan mungkin juga diiringi kerusakan akibat gempa pemicu seperti tanah bergerak, surface faulting, liquefaction, atau tanah longsor. Tsunami jauh bisa berjalan selama berjam-jam sebelum melanda pesisir.
"Lingkaran Api" Pasifik merupakan tempat paling sering terjadi aktivitas yang berkaitan dengan gempa di muka bumi. Ombak Tsunami akibat gempa dapat bergerak menyeberangi Samudera Pasifik secepat 800 km/jam, mengenai daerah pesisir jauh dalam waktu berjam-jam. Angka menunjukkan perkiraan waktu perjalanan tsunami menyebrangi Pasifik dari Alaska dan Chile.
Di lautan terbuka, tinggi suatu tsunami bisa hanya beberapa puluh centimeter, tapi mampu bergerak sampai 800 km/jam. Ketika tsunami memasuki perairan dekat pesisir, kecepatannya berkurang, panjang ombak berkurang, dan tinggi bertambah drastis. Namun, ombak pertama biasanya bukan ombak terbesar, beberapa ombak yang lebih besar dan ganas seringkali mengikuti ombak pertama. Walau kecepatan ombak tsunami biasanya berkurang saat mendekati pesisir, gelombang tetap berjalan lebih cepat daripada kemampuan seorang pelari jarak jauh olimpiade – lebih dari 24 km/jam.
Konfigurasi pesisir, bentuk dasar laut, serta karakteristik dari gelombang yang mendekat, menentukan keganasan gelombang. Sebuah gelombang bisa jadi kecil di satu titik pada pesisir dan sangat besar di titik lain. Teluk, inlet, sungai, kali, perbukitan lepas pantai, pulau-pulau dan kanal-kanal pengendalian banjir dapat mempengaruhi, terkadang dapat menyebabkan kerusakan yang lebih besar dari yang diperkirakan.
